Conjunctions (Kata Penghubung)
Jenis-jenis conjunctions: coordinating, subordinating, dan correlative beserta contoh penggunaannya.
Conjunctions
Conjunctions (kata penghubung) adalah kata atau kelompok kata yang digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, atau klausa dalam sebuah kalimat.
Secara sederhana, conjunctions membantu menunjukkan hubungan seperti penambahan, pertentangan, pilihan, sebab, waktu, atau syarat.
Dalam materi ini, conjunctions dibagi menjadi dua kelompok utama:
- Coordinating conjunctions — menghubungkan unsur yang setara.
- Subordinating conjunctions — menghubungkan klausa utama dengan klausa yang bergantung padanya.
A. Coordinating Conjunctions
Coordinating conjunctions (kata penghubung setara) menghubungkan dua unsur yang memiliki kedudukan yang sama, misalnya:
- dua kata: tea and coffee
- dua frasa: at home or at school
- dua klausa: I was tired, but I finished my work.
Beberapa coordinating conjunctions yang umum digunakan:
| Conjunction | Arti umum | Fungsi |
|---|---|---|
| and | dan | menambahkan informasi |
| but | tetapi | menunjukkan pertentangan |
| yet | namun/tetapi | menunjukkan pertentangan |
| or | atau | menunjukkan pilihan |
| nor | dan juga tidak | menambahkan informasi negatif |
| so | jadi/sehingga | menunjukkan hasil atau akibat |
| for | karena | menunjukkan alasan, tetapi cenderung formal/literer |
Catatan: Dalam tata bahasa modern, for, nor, so memang termasuk coordinating conjunctions, tetapi penggunaannya tidak sesering and, but, or. Kata seperti however, therefore, moreover, nevertheless, hence, dan consequently bukan coordinating conjunctions. Kata-kata tersebut umumnya disebut conjunctive adverbs atau linking adverbs dan memiliki pola tanda baca yang berbeda.
1. For — karena
For dapat berarti “karena” ketika digunakan sebagai conjunction. Penggunaan ini cenderung formal atau bergaya sastra, sehingga dalam percakapan sehari-hari because jauh lebih umum.
I stayed at home, for it was raining heavily. Saya tetap di rumah karena hujan turun dengan deras.
Sebagai preposition (kata depan), for jauh lebih umum dan dapat berarti “untuk” atau menunjukkan tujuan/kegunaan.
This bag is for carrying books. Tas ini digunakan untuk membawa buku.
2. And — dan
And digunakan untuk menambahkan atau menghubungkan informasi.
Rina bought some bread and fresh milk. Rina membeli roti dan susu segar.
Jika and menghubungkan dua klausa lengkap, biasanya digunakan koma sebelum and.
Pola:
S + V, and S + V
Contoh:
I finished my homework, and my sister cleaned the kitchen. Saya menyelesaikan pekerjaan rumah, dan saudara perempuan saya membersihkan dapur.
Namun, jika and hanya menghubungkan kata atau frasa dalam satu klausa, koma biasanya tidak diperlukan.
I finished my homework and cleaned the kitchen. Saya menyelesaikan pekerjaan rumah dan membersihkan dapur.
3. Nor — dan juga tidak
Nor digunakan untuk menambahkan pernyataan negatif setelah pernyataan negatif sebelumnya. Dalam struktur formal, nor biasanya diikuti oleh inversion (pembalikan posisi auxiliary verb dan subject).
Dina doesn't like coffee, nor does she drink tea. Dina tidak suka kopi dan dia juga tidak minum teh.
Struktur ini cukup formal. Dalam percakapan sehari-hari, bentuk yang lebih sederhana juga sering digunakan:
Dina doesn't like coffee, and she doesn't drink tea either. Dina tidak suka kopi dan dia juga tidak minum teh.
4. But — tetapi
But digunakan untuk menunjukkan pertentangan.
The restaurant is small, but the food is delicious. Restoran itu kecil, tetapi makanannya lezat.
But juga dapat menghubungkan dua kata atau frasa tanpa koma.
The room is small but comfortable. Kamarnya kecil tetapi nyaman.
5. Yet — namun/tetapi
Yet dapat digunakan untuk menunjukkan pertentangan, mirip dengan but. Penggunaannya sedikit lebih formal atau lebih menekankan kontras.
The bus was crowded, yet we found two empty seats. Busnya penuh, tetapi kami menemukan dua kursi kosong.
Dalam percakapan sehari-hari, but biasanya lebih umum.
6. Or — atau
Or digunakan untuk menunjukkan pilihan atau kemungkinan.
You can take the bus, or you can walk to the station. Kamu bisa naik bus, atau kamu bisa berjalan ke stasiun.
Jika subjeknya sama dan tidak perlu diulang, kalimat dapat dibuat lebih ringkas:
You can take the bus or walk to the station. Kamu bisa naik bus atau berjalan ke stasiun.
7. So — jadi/sehingga
So dapat digunakan untuk menunjukkan hasil atau akibat.
I forgot my umbrella, so I got wet on the way home. Saya lupa membawa payung, jadi saya kehujanan dalam perjalanan pulang.
So dalam fungsi ini berbeda dari so yang berarti “sangat”, seperti dalam so beautiful.
B. Correlative Conjunctions
Selain coordinating conjunctions di atas, ada correlative conjunctions (kata penghubung berpasangan). Kata-kata ini digunakan secara berpasangan untuk menghubungkan unsur yang setara.
1. Both ... and — baik ... maupun/keduanya
Both ... and digunakan untuk menunjukkan dua orang atau dua hal sekaligus.
Both my mother and my father work from home. Ibu dan ayah saya sama-sama bekerja dari rumah.
Jika both ... and menghubungkan dua subjek, subjek gabungannya dianggap jamak (plural) sehingga menggunakan kata kerja jamak.
Both A and B + plural verb
2. Not only ... but also — tidak hanya ... tetapi juga
Not only ... but also digunakan untuk menambahkan dua informasi dengan penekanan pada informasi kedua.
Not only the students but also the teacher joined the activity. Tidak hanya para siswa, tetapi guru juga mengikuti kegiatan tersebut.
Jika dua subjek dihubungkan oleh not only ... but also, bentuk kata kerja biasanya mengikuti subjek yang paling dekat dengan kata kerja.
Not only the teacher but also the students are ready. Tidak hanya gurunya, tetapi para siswa juga siap.
Not only the students but also the teacher is ready. Tidak hanya para siswa, tetapi gurunya juga siap.
Untuk tulisan formal, jika memungkinkan, kalimat dapat diubah agar subjek dan kata kerja terdengar lebih natural.
3. Either ... or — salah satu ... atau
Either ... or digunakan untuk menunjukkan dua pilihan atau kemungkinan.
Either Maya or Rudi will pick you up at the station. Maya atau Rudi yang akan menjemputmu di stasiun.
Jika kedua unsur yang dihubungkan merupakan subjek dengan jumlah berbeda, kata kerja biasanya mengikuti subjek yang paling dekat dengan kata kerja.
Either the manager or the employees are responsible for opening the store. Manajer atau para karyawan bertanggung jawab untuk membuka toko.
Either the employees or the manager is responsible for opening the store. Para karyawan atau manajer yang bertanggung jawab untuk membuka toko.
4. Neither ... nor — tidak ... maupun
Neither ... nor digunakan untuk mengatakan bahwa keduanya tidak berlaku.
Neither the bus nor the train is available tonight. Baik bus maupun kereta tidak tersedia malam ini.
Sama seperti either ... or dan not only ... but also, jika kedua subjek berbeda dalam jumlah, kata kerja biasanya mengikuti subjek yang paling dekat.
Neither the teachers nor the student is available. Baik para guru maupun siswa tersebut tidak tersedia.
Neither the student nor the teachers are available. Baik siswa tersebut maupun para guru tidak tersedia.
2. Subordinating Conjunctions
Subordinating conjunctions (kata penghubung bertingkat) menghubungkan main clause (klausa utama) dengan dependent clause (klausa yang bergantung).
- Main clause dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap.
- Dependent clause tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap dalam konteks tersebut.
Subordinating conjunctions dapat menunjukkan berbagai hubungan, seperti sebab, waktu, syarat, tujuan, pertentangan, dan cara.
Conjunctions yang umum digunakan
| Conjunction | Arti umum | Fungsi |
|---|---|---|
| because | karena | sebab/alasan |
| although / though | meskipun | pertentangan |
| while | ketika/selama | waktu atau pertentangan |
| since | sejak/karena | waktu atau sebab |
| until / till | sampai | batas waktu |
| as | ketika/karena/sebagaimana | waktu, sebab, atau cara |
| if | jika | syarat |
| unless | kecuali jika | syarat negatif |
| after | setelah | waktu |
| before | sebelum | waktu |
| when | ketika | waktu |
| once | setelah/segera setelah | waktu |
| where | di mana | tempat |
| whether ... or | apakah ... atau | pilihan/ketidakpastian |
| as if / as though | seolah-olah | cara atau keadaan |
| so that | agar/sehingga | tujuan atau hasil |
| in order that | agar | tujuan, lebih formal |
| how | bagaimana | cara |
| why | mengapa | alasan |
Catatan: who, which, dan that juga dapat digunakan untuk menghubungkan klausa, tetapi dalam penggunaan seperti the person who... atau the book that..., istilah yang lebih tepat adalah relative pronouns (kata ganti relatif), bukan subordinating conjunctions. Because of juga bukan subordinating conjunction; bentuk ini adalah prepositional phrase (frasa preposisional) dan biasanya diikuti kata benda atau noun phrase.
Contoh subordinating conjunctions
Because — karena
Because the road was flooded, we took another route. Karena jalan tersebut banjir, kami mengambil rute lain.
Klausa Because the road was flooded tidak berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap. Klausa tersebut membutuhkan klausa utama we took another route.
Urutan klausa juga dapat dibalik:
We took another route because the road was flooded. Kami mengambil rute lain karena jalan tersebut banjir.
Jika dependent clause berada di awal, koma biasanya digunakan setelah klausa tersebut.
Although — meskipun
Although I was tired, I helped my friend move house. Meskipun saya lelah, saya membantu teman saya pindahan.
When — ketika
When the rain stopped, the children went outside. Ketika hujan berhenti, anak-anak keluar.
If — jika
If you have time, we can study together this evening. Jika kamu punya waktu, kita bisa belajar bersama sore ini.
Before — sebelum
Please charge your phone before you leave home. Tolong isi daya ponselmu sebelum kamu meninggalkan rumah.
After — setelah
After I finished dinner, I washed the dishes. Setelah selesai makan malam, saya mencuci piring.
Ringkasan
Coordinating conjunctions
Digunakan untuk menghubungkan unsur yang setara.
| Conjunction | Arti |
|---|---|
| and | dan |
| but | tetapi |
| yet | namun |
| or | atau |
| nor | dan juga tidak |
| so | jadi/sehingga |
| for | karena (lebih formal/literer) |
Correlative conjunctions
Digunakan secara berpasangan.
| Conjunction | Arti |
|---|---|
| both ... and | keduanya / baik ... maupun |
| not only ... but also | tidak hanya ... tetapi juga |
| either ... or | salah satu ... atau |
| neither ... nor | tidak ... maupun |
Subordinating conjunctions
Menghubungkan main clause dengan dependent clause.
Contoh yang paling umum:
- because — karena
- although — meskipun
- if — jika
- when — ketika
- while — ketika/selama
- before — sebelum
- after — setelah
- until — sampai
- unless — kecuali jika
- so that — agar
Intinya: coordinating conjunctions menghubungkan unsur yang setara, sedangkan subordinating conjunctions menunjukkan hubungan antara klausa utama dan klausa yang bergantung padanya.