Verb (Kata Kerja)
Pengantar kata kerja bahasa Inggris: action verbs, linking verbs, dan penggunaannya dalam kalimat dasar.
Verb (Kata Kerja)
Verb (kata kerja) adalah kata yang digunakan untuk menyatakan tindakan, kejadian, atau keadaan. Verb tidak selalu menunjukkan aktivitas fisik. Misalnya, know (tahu), seem (tampak), dan belong (milik/termasuk) juga merupakan verb.
Verb sangat penting dalam bahasa Inggris karena umumnya menjadi bagian utama dari sebuah kalimat. Bentuk verb juga dapat berubah, misalnya untuk menunjukkan waktu (tense) atau menyesuaikan dengan subject (subjek).
Berikut beberapa jenis verb yang penting untuk dipahami.
1. Finite Verb (Kata Kerja Finite)
Finite verb adalah verb yang memiliki hubungan dengan subject dan tense dalam sebuah klausa. Bentuknya dapat berubah sesuai dengan waktu dan, pada beberapa bentuk, jumlah atau orang dari subject.
Contoh perubahan work:
| Subject | Present | Past |
|---|---|---|
| I/You/We/They | work | worked |
| He/She/It | works | worked |
Pada present tense, work berubah menjadi works setelah he, she, atau it. Pada past tense, bentuknya tetap worked untuk semua subject.
Contoh:
-
I cook dinner every evening. Saya memasak makan malam setiap sore.
-
Rina works at a coffee shop. Rina bekerja di sebuah kedai kopi.
-
We visited our grandmother last Sunday. Kami mengunjungi nenek kami Minggu lalu.
Catatan: Finite verb tidak berarti "verb yang menunjukkan future/progressive". Finite terutama berkaitan dengan verb yang menunjukkan tense dan/atau agreement (kesesuaian dengan subject).
2. Auxiliary Verb (Kata Kerja Bantu)
Auxiliary verb adalah kata kerja bantu yang digunakan bersama verb lain untuk membentuk struktur seperti negatif, pertanyaan, tense, atau kalimat pasif.
Dalam bahasa Inggris, auxiliary verb utama dapat dibagi menjadi primary auxiliary dan modal auxiliary.
a. Primary Auxiliary Verb
Primary auxiliary terdiri dari be, have, dan do.
| Auxiliary | Bentuk | Fungsi umum |
|---|---|---|
| be | am, is, are, was, were, be, being, been | progressive dan passive; juga dapat menjadi linking verb |
| have | have, has, had | perfect |
| do | do, does, did | pertanyaan dan negatif pada simple tense; juga untuk penekanan |
Contoh:
-
She is my cousin. Dia adalah sepupu saya.
-
They have finished their homework. Mereka sudah menyelesaikan pekerjaan rumah mereka.
-
I do not watch TV every night. Saya tidak menonton TV setiap malam.
-
Did you call your mother? Apakah kamu menelepon ibumu?
-
We are waiting for the bus. Kami sedang menunggu bus.
Catatan: be, have, dan do tidak selalu menjadi auxiliary. Ketiganya juga dapat berfungsi sebagai main verb (kata kerja utama), tergantung penggunaannya.
b. Modal Auxiliary Verb
Modal auxiliary adalah kata kerja bantu yang digunakan untuk menyatakan kemampuan, kemungkinan, izin, keharusan, keinginan, atau prediksi.
Beberapa modal yang umum digunakan:
can, could, may, might, will, would, shall, should, must
Ought to juga termasuk bentuk modal yang masih digunakan, tetapi dalam percakapan sehari-hari should sering lebih umum.
Contoh:
-
You can use my laptop. Kamu boleh menggunakan laptop saya.
-
I could swim when I was six. Saya sudah bisa berenang ketika berusia enam tahun.
-
May I come in? Bolehkah saya masuk?
-
You should drink more water. Kamu sebaiknya minum lebih banyak air.
-
We might be late today. Kami mungkin terlambat hari ini.
Catatan: Setelah modal, gunakan base form (bentuk dasar) verb. She can drive. ✓ She can drives. ✗
3. Linking Verb (Kata Kerja Penghubung)
Linking verb adalah kata kerja yang menghubungkan subject dengan informasi yang menjelaskan atau mengidentifikasi subject tersebut. Linking verb tidak menunjukkan tindakan yang dilakukan terhadap object.
Jenis-jenis Linking Verb
a. Verb of Sensation
Beberapa verb yang berkaitan dengan pancaindra dapat menjadi linking verb ketika diikuti keterangan yang mendeskripsikan subject.
Contohnya:
- feel — terasa/merasa
- look — terlihat
- smell — berbau
- sound — terdengar
- taste — terasa
Contoh:
-
The soup tastes delicious. Sup itu terasa lezat.
-
You look tired today. Kamu terlihat lelah hari ini.
-
This perfume smells wonderful. Parfum ini berbau harum.
-
That idea sounds interesting. Ide itu terdengar menarik.
Catatan penting: Verb yang sama dapat menjadi linking verb atau action verb, tergantung maknanya.
- The cake tastes sweet. → tastes = linking verb Kue itu terasa manis.
- I taste the cake. → taste = action verb Saya mencicipi kue itu.
b. Verb Be
Be dapat berfungsi sebagai linking verb ketika menghubungkan subject dengan identitas, keadaan, atau deskripsinya.
Bentuk be yang umum:
| Present | Past |
|---|---|
| am | was |
| is | was |
| are | were |
Bentuk lainnya adalah be, being, dan been, yang digunakan dalam struktur tertentu.
Contoh:
-
My brother is a teacher. Kakak/adik laki-laki saya adalah seorang guru.
-
The children were very happy yesterday. Anak-anak itu sangat senang kemarin.
-
I am tired after work. Saya lelah setelah bekerja.
Catatan: Be juga dapat menjadi auxiliary verb, misalnya dalam They are studying (Mereka sedang belajar). Dalam kalimat tersebut, are membantu membentuk present progressive, bukan menghubungkan subject dengan deskripsi.
4. Transitive Verb (Kata Kerja Transitif)
Transitive verb adalah kata kerja yang dapat atau biasanya memerlukan direct object (objek langsung), yaitu orang atau benda yang menerima tindakan.
Contoh verb:
buy, eat, drink, open, carry, watch, read, dan put
Contoh:
-
Sinta bought a new bag. Sinta membeli tas baru.
-
I opened the window. Saya membuka jendela.
-
Please put the keys on the table. Tolong letakkan kuncinya di atas meja.
Catatan: Tidak semua penggunaan transitive verb harus dipahami sebagai "selalu wajib memiliki object". Beberapa verb dapat digunakan tanpa object dalam konteks tertentu. Karena itu, lebih tepat mengatakan bahwa transitive verb memiliki atau dapat memiliki direct object.
5. Intransitive Verb (Kata Kerja Intransitif)
Intransitive verb adalah kata kerja yang tidak memiliki direct object. Verb ini dapat diikuti keterangan seperti adverb (kata keterangan) atau prepositional phrase (frasa preposisi), tetapi bukan direct object.
Contoh verb:
arrive, sleep, go, come, laugh, dan happen
Contoh:
-
My parents arrived early. Orang tua saya tiba lebih awal.
-
The baby slept peacefully. Bayi itu tidur dengan tenang.
-
We went to the supermarket. Kami pergi ke supermarket.
-
Everyone laughed at the joke. Semua orang tertawa karena lelucon itu.
Catatan: Intransitive verb tidak dapat langsung diikuti direct object. Misalnya, arrive tidak digunakan seperti arrive the station. Gunakan arrive at the station (tiba di stasiun) atau arrive in Jakarta (tiba di Jakarta).
Selain itu, intransitive verb tidak membentuk passive voice (kalimat pasif) secara langsung karena tidak memiliki direct object yang dapat menjadi subject dalam kalimat pasif.
6. Regular and Irregular Verb
Berdasarkan perubahan bentuknya, verb dapat dibagi menjadi regular verb (kata kerja beraturan) dan irregular verb (kata kerja tidak beraturan).
a. Regular Verb
Regular verb membentuk past tense dan past participle dengan pola yang teratur, umumnya menggunakan akhiran -ed.
| Base Form | Past Tense | Past Participle | Arti |
|---|---|---|---|
| play | played | played | bermain |
| clean | cleaned | cleaned | membersihkan |
| watch | watched | watched | menonton |
| study | studied | studied | belajar |
Perhatikan bahwa perubahan ejaan dapat terjadi. Misalnya, study menjadi studied, bukan studyed.
Contoh:
-
I study English every morning. Saya belajar bahasa Inggris setiap pagi.
I studied English last night. Saya belajar bahasa Inggris tadi malam.
-
She cleans her room every Saturday. Dia membersihkan kamarnya setiap Sabtu.
She cleaned her room yesterday. Dia membersihkan kamarnya kemarin.
b. Irregular Verb
Irregular verb adalah kata kerja yang bentuk past tense dan/atau past participle-nya tidak mengikuti pola -ed secara teratur. Bentuknya perlu dipelajari satu per satu.
| Base Form | Past Tense | Past Participle | Arti |
|---|---|---|---|
| eat | ate | eaten | makan |
| drink | drank | drunk | minum |
| take | took | taken | mengambil |
| sleep | slept | slept | tidur |
Contoh:
-
We eat breakfast at seven. Kami sarapan pukul tujuh.
We ate breakfast at seven yesterday. Kami sarapan pukul tujuh kemarin.
-
Dika takes the bus to school. Dika naik bus ke sekolah.
Dika took the bus yesterday. Dika naik bus kemarin.
-
She has drunk all the water. Dia sudah meminum semua air itu.
Catatan: Istilah strong verb dan weak verb memang ada dalam tata bahasa Inggris, tetapi tidak perlu digunakan untuk membedakan regular dan irregular verb pada tingkat pemula. Untuk belajar sehari-hari, istilah regular verb dan irregular verb sudah cukup.
Ringkasan
| Jenis Verb | Fungsi Utama | Contoh |
|---|---|---|
| Finite verb | Terikat pada subject dan tense | works, worked |
| Auxiliary verb | Membantu membentuk struktur grammar | is, have, do, can |
| Linking verb | Menghubungkan subject dengan informasi tentangnya | is, look, feel |
| Transitive verb | Memiliki direct object | buy a book |
| Intransitive verb | Tidak memiliki direct object | sleep, arrive |
| Regular verb | Past/past participle umumnya memakai pola -ed | walk → walked |
| Irregular verb | Past/past participle tidak mengikuti pola -ed | go → went → gone |